Teknik Bududaya Jagung Hibrida Yang Baik Agar Cepat Panen

Teknik Budidaya Jagung Hibrida Yang Baik agar Cepat Panen

Posted on

Budidayaalam.com – Budidaya jagung hibrida supaya bisa cepat panen memang cukup mudah, terutama jika Anda mengetahui cara untuk menanam jagung hibrida dengan benar dan tepat. Tanaman jagung sendiri ialah jenis tanaman pangan yang cukup penting bagi manusia sebagai sumber karbohidrat selain padi dan gandum.

Taman jagung juga merupakan tanaman pokok yang digunakan oleh beberapa wilayah di belahan dunia. Selain itu, juga sebagai bahan pangan olahan misalnya saja bahan dasar untuk tepung maizena, bahan kosmetik, bioenergy, dan juga minyak jagung, serta digunakan untuk kebutuhan pakan bagi ternak.

Sebagai pakan ternak tanaman jagung ini diselep atau digiling buahnya. Bahkan beberapa ada yang menggiling semua tanaman jagung baik dari buah hingga batangnya sebagai sumber karbohidrat untuk ternak. Budidaya jagung hibrida cukup mudah, Anda tidak perlu susah untuk mencari lahan yang tepat.

Sebab tanaman jagung ini bisa tumbuh di dataran rendah hingga tinggi sekalipun. Selain itu, tamanan jagung juga memerlukan tanah lempung berpasir, tanah lempung, tanah vulkan, tanah gembur, subur, dan banyak bahan organik sebagai medianya. Tanaman jagung juga bisa tumbuh ditempat tropis dengan suhu 20 hingga 23 derajat Celsius.

Menanam Jagung Hibrida dengan Benar

Untuk teknik budidaya jagung hibrida dengan benar, sama dengan teknik budidaya jagung manis biasa. Menanam jagung sendiri merupakan salah satu jenis usaha pertanian yang dapat memberikan keuntungan besar. Anda harus mengikuti langkah menanam jagung dengan benar, jika ingin mendapat keuntungan besar dan hasilnya memuaskan.

Langkah pertama Anda harus menyiapkan benih jagung hibrida dengan kualitas unggul. Untuk cara menanam jagung hibrida dengan benar, maka Anda harus memperhatikan pemilihan benihnya. Pemilihan benih ini harus teliti agar hasilnya bisa optimal. Sesuaikan jenis benih jagung hibrida dengan musim.

Setelah itu, siapkan lahan untuk penanaman bibit jagung. Tanah pada lahan digemburkan lebih dulu menggunakan bajak atau cangkul. Setelah itu diratakan dengan menggunakan garu. Anda bisa membuat bedengan jika sedang musim penghujan, supaya tidak tergenang dengan air. Jika musim kemarau, maka tidak perlu membuat bedengan.

Teknik budidaya jagung hibrida selanjutnya ialah proses menanam jagung hibrida. Untuk cara menanam jagung ini cukup mudah. Anda bisa membuat lubang pada tanah dan diberi jarak agar bisa ditanami benih biji jagung. Pastikan Anda mengisi tiap lubang dengan dua benih biji jagung dan timbun tips dengan tanah.

Setelah itu, lakukan pemupukan pada tanaman jagung hibrida. Anda tidak akan mendapatkan tanaman jagung yang baik jika tidak melakukan pemupukan. Proses pemupukan dilakukan hingga tiga kali. Tentu saja dengan takaran yang berbeda. Pemupukan pertama dilakukan sekitar 15 hari setelah tanam, kedua 35 hari, dan ketiga saat 50 hari.

Baca Juga : Cara Budidaya Jagung Manis Yang Benar Agar Berhasil

Merawat Tanaman Jagung

Untuk budidaya jagung hibrida pembubunan dilakukan bersama ketika melakukan pemupukan. Untuk membersihkan gulma, Anda bisa melakukan dengan menggunakan dua acara, yakni dengan memanfaatkan semprotan herbisida calaris pada gulma yang ditanaman jagung sekitar 5 hingga 21 hari setelah tanam. Atau gramoxon untuk usia gulma sekitar 40 hari setelah tanam.

Anda bisa melakukan pengairan tanaman jagung setelah pemupukan. Setelah itu, sekitar dua minggu sekali setelah pemupukan terakhir dilakukan. Pastikan Anda melakukan pembersihan pada hama dan penyakit di tanaman jagung. Hama yang kerap menyerang tanaman jagung ialah ulat grayak, ulat tanah, dan juga ulat penggerek polong.

Mengendalikan hama ulat sawah, Anda bisa melakukannya dengan menaburi regent. Selain ulat, hama atau penyakit lain yang biasa menyerang tanaman jagung ialah bulai, hawar daun, bercak daun, busuk batang, dan juga busuk pelepah. Anda bisa mengendalikan serangan hama atau penyakit dengan menyemprotkan fungi mankozep, carbio, dan metalaksil.

Salah satu kunci dari sukses tidaknya Anda melakukan budidaya jagung hibrida ialah tanaman jagung terbebas dari serangan penyakit atau hama yang dapat merusak tanaman. Penyakit utama yang kerap menyerang tanaman jagung ialah bulai. Selain melakukan perawatan benih dengan baik. Penyakit bulai ini juga bisa Anda cegah dengan melakukan perbaikan sanitasi.

Jika Anda memperbaiki sanitasi pada lingkungan untuk penanaman benih jagung, maka rumput yang ada bisa dijadikan inang bulai. Anda juga bisa melakukan rotasi tanaman. Jadi selain jagung Anda bisa menanam tanaman baru yang lainnya setelah panen, agar inololum bulai bisa terputus.

Usia Memanen Jagung Hibrida

Untuk memanen jagung hibrida, usia panennya sesuai dengan keinginan dari masing-masing konsumen. Budidaya jagung hibrida pasti Anda juga menunggu kapan untuk panen. Sebab Anda bisa menikmati hasil dari kerja keras selama masa tanam. Anda bisa menjual kepasar atau dijadikan konsumsi sendiri.

Proses saat menanam jagung manis ditempat rendah memang lebih cepat masuk masa panen, jika dibandingkan dengan Anda tanam di tempat tinggi. Untuk jagung hibrida, umumnya Anda bisa memanen pada saat jagung berusia 60 sampai 150 hati setelah tanam. Jagung memang tanaman yang cukup mudah untuk dibudidayakan.

Anda bisa melakukan teknik budidaya jagung hibrida atau jagung lainnya baik di dataran rendah maupun tinggi sekalipun. Sehingga tanaman jagung lebih banyak disukai oleh petani untuk dibudidayakan. Jagung juga punya banyak manfaat untuk tubuh. Hal ini juga membuat konsumen jagung hibrida selalu mengalami peningkatan.

Tanaman jagung sendiri bisa berbiji saat usia jagung berbunga. Pada masa itulah Anda juga harus punya rencana dimanfaatkan untuk apa jagung tersebut. Pastikan Anda tidak melakukan masa panen terlalu lama. Anda bisa segera melakukan masa panen jika jagung memang sudah siap untuk dipanen.

Jika Anda terlalu lama untuk memanen jagung yang sudah siap. Jika hal tersebut Anda lakukan, maka banyak biji jagung yang rusak. Untuk melihat jagung siap panen, maka Anda bisa membuka kulit jagung dan melihat bijinya. Jika memang sudah pas dan sesuai keinginan, maka segera lakukan panen.

Hasil Panen Jagung Hibrida Memuaskan

Untuk teknik budidaya jagung hibrida yang benar supaya tongkol jagung besar, memang merupakan hal yang susah-susah gampang untuk dilakukan. Dulu banyak petani yang mengalami kendala saat melakukan tanam jagung. Apalagi ketika musim belalang yang jumlahnya cukup banyak membuat para petani risau karena jagung tidak berkualitas bagus.

Jagung pada saat musim belalang akan sangat sulit punya tongkol besar, bahkan bisa jadi gagal panen. Sebab saat jagung mulai besar, belalang akan menyerang dan satu kebun jagung penuh dengan belalang. Hal ini tentu saja akan sulit ditangani, sehingga menyebabkan tanaman jagung habis dan mati.

Untuk menanam jagung dengan benar supaya bisa berhasil dan membawakan hasil maksimal, maka Anda harus mengetahui caranya dengan benar. Dengan demikian jagung hibrida bisa berbuah lebat dan tongkolnya besar. Hal ini tentu saja akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar kepada petani jagung.

Pastikan Anda melakukan usaha yang khusus dan terampil, hal ini mudah untuk dilakukan. Tetapi banyak petani yang mengabaikan hal tersebut dan mengalami kegagalan. Jika Anda ingin mendapatkan hasil panen jagung yang maksimal dan memuaskan, maka pastikan melakukan teknik budidaya jagung hibrida dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *