Ragam Jenis Pupuk Jagung Hibrida yang Sering Dipakai

Posted on

Sebelum memulai melakukan budidaya bercocok tanam jagung hibrida, tentu Anda harus mengetahui macam jenis pupuk jagung hibrida. Bagi Anda yang tidak mengetahui apa itu jagung hibrida, sebaiknya Anda mengikuti pembahasan ini hingga akhir sampai tuntas. Dikarenakan pembahasan ini tidak  ada di artikel lain.

Jagung hibrida merupakan sebuah jenis jagung yang paling sering kita temukan di pasar ataupun supermarket di daerah Anda. Disini kami akan memberikan sebuah informasi agar pembaca dapat membudidayakan jagung hibrida dengan baik, mampu memahami cara pemupukan, ukuran dosis, serta jenis pupuk yang dipakai dari masa tumbuh hingga panen.

Cara pemberian pupuk jagung hibrida bisa dilakukan dengan banyak variasi. Jagung hibrida adalah salah satu tumbuhan yang dapat menghasilkan karbohidrat, selain padi maupun gandum. Karena kandungan karbohidrat itulah beberapa wilayah di Indonesia sering menggunakan jagung sebagai bahan makanan pokok, misalnya buat keperluan makan sehari-hari.

Jagung tidak hanya digunakan sebagai makanan pokok, disini penggunaan lainnya yaitu jagung diolah menjadi bermacam-macam produk olahan misalnya minyak jagung. Lalu kegunaannya sebagai bahan dasar membuat tepung maizena, bahan pangan ternak, bahkan sebagai produk bahan kosmetik sekaligus. Ini membuat jagung sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Ketika menanamkan sebuah bibit tanaman jagung hibrida, tidak memerlukan syarat atau ketentuan ribet lainnya. Cukup Anda menanam dengan metode sesuai, serta pemberian pupuk sangat dibutuhkan. Karena pupuk menjadi faktor berhasil atau gagalnya budidaya jagung hibrida untuk menyediakan beberapa unsur hara yang dibutuhkan.

Jenis Pupuk Jagung

Saat Anda menjadi pembudidaya jagung, biasanya petani pada umumnya menggunakan pupuk tunggal seperti urea, yang mengandung unsur pupuk nitrogen. Sedangkan pupuk untuk Fosfor yaitu SP 36. Kemudian yang terakhir KCl menggunakan pupuk tunggal sebagai pupuk kalium. Tetapi pupuk kalium sudah jarang ditemukan, untuk itu dibutuhkan pupuk lain seperti NPK.

Setelah Anda memiliki sebuah pupuk jagung hibrida, tetapi Anda tidak tahu bagaimana cara penggunaannya, tentu akan mengganggu saat bertanam jagung hibrida. Disini Anda perlu mengetahui penggunaan atau takaran dosis dari penggunaan pupuk tersebut. Bukan hal aneh jika terjadi gagal panen, karena salah memberikan dosis pemupukan.

Umumnya untuk takaran dosis pupuk tunggal per hektarnya digunakan Urea sebanyak kurang lebih 350 kg, ditambah pupuk SP 36 sebanyak 200 kg, dan KCl digunakan sebanyak 100 kg. Itu berlaku dalam pemberian pupuk tunggal ya, berbeda lagi takaran pupuk majemuk. Anda harus memahami semuanya sebelum memulai bercocok tanam.

Didalam penggunaan pupuk jagung hibrida majemuk harus benar-benar diperhatikan takaran dosisnya. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK. Perbandingan penggunaan ini sudah diatur dalam ketetapan para petani yaitu 15:15:15. Pupuk tersebut digunakan sebanyak 400 kg, ditambah urea sebanyak 270 kg/ha, serta pupuk SP 36 sebanyak 80 kg/ha.

Adapun kami akan memberikan sebuah takaran untuk pupuk tunggal maupun majemuk. Simak kelanjutan ulasan di bawah ini agar Anda mengetahui beberapa dosis yang digunakan. Disini pupuk sangat dibutuhkan dan penggunaannya bisa diatur sedemikian hingga menjadi takaran pas, dapat menghasilkan kualitas optimal jagung hibrida.

Dosis Penggunaan Pupuk Tunggal dan Majemuk

Pada saat Anda melakukan budidaya tanaman jagung hibrida, ada empat jenis penggunaan pupuk tunggal. Diantaranya adalah pupuk Za, pupuk urea, pupuk SP 36, lalu sampai penggunaan pupuk jenis KCl. Perhatikan dosis takaran pupuk dalam umur tanaman, sangat berguna jika Anda ingin memperoleh hasil cocok tanam maksimal.

Pertama Anda akan membutuhkan penggunaan pupuk jagung hibrida jenis urea. Ya, pupuk urea sudah ditakar total menjadi 350 kg/ha. Bisa Anda sesuaikan dengan lahan yang Anda punya di rumah. Penggunaannya ketika tanaman berumur 7-10 hst, Anda perlu memberikan 150 kg/ha. Pada umur 28-30 hst, dibutuhkan 200 kg/ha.

Kedua adalah perlunya penggunaan pupuk jenis Za. Pupuk Za biasanya sudah ditakar sedemikian rupa supaya penggunaannya cocok bagi tanaman jagung hibrida. Pemberian jenis pupuk ZA ditotal cuma membutuhkan 50 kg/ha saja. Pupuk ini diberikan kepada tumbuhan saat umur jagung hibrida berkisar antara tujuh sampai 10 hari setelah tanam.

Jika Anda dapat menggunakan pupuk sesuai takaran, dijamin tanaman Anda akan menghasilkan bibit yang bagus serta dapat diolah menjadi banyak ragam bahan lain. Dengan menggunakan pupuk sesuai takaran, bisa membantu tanaman Anda terhindar dari kegagalan panen ataupun kekurangan unsur zat hara di dalamnya.

Selanjutnya untuk penggunaan pupuk jagung hibrida berjenis SP 36 sudah ditakar menjadi 200 kg/ha. Penggunaan pupuk jenis SP 36 dibutuhkan pada saat tumbuhan jagung hibrida berumur kisaran tujuh sampai dengan sepuluh hari setelah tanam. Setelah itu tidak perlu digunakan lagi sampai umur bisa dipanen.

Pupuk KCl Sangat Dibutuhkan Saat Budidaya Jagung Hibrida

Kemudian yang terakhir ada penggunaan pupuk KCL. KCL masuk dalam penggunaan pupuk tunggal. Pupuk ini sudah ditakar dengan dosis takarannya 100 kg/ha. Pupuk ini perlu digunakan saat umur tanaman ada di 7-10 hst dengan takaran 50 kg/ha. Lalu gunakan 50 kg/ha lagi pupuk KCL setelah umur jagung hibrida memasuki 28-30 hst.

Itulah beberapa nama pupuk hibrida yang tergolong dalam jenis pupuk tunggal. Pentingnya penggunaan pupuk tunggal dalam kegiatan menanam jagung memiliki banyak manfaatnya. Perlunya memperhatikan kualitas dari masing-masing pupuk juga sangat diperlukan, karena kualitas hasil panen akan tergantung pada kualitas pupuknya juga. Pastikan Anda menggunakan pupuk berkualitas tinggi.

Setelah pemberian jenis pupuk jagung hibrida tunggal. Sekarang Anda perlu mengetahui takaran atau dosis yang tepat untuk digunakan di dalam pupuk majemuk. Penggunaan pupuk alami lebih banyak disarankan sebenarnya, karena bisa mengurangi bahan kimia yang dapat memberikan bahaya kepada tumbuhan jagung hibrida semasa tumbuh.

Dosis penggunaan pupuk majemuk yang pertama adalah jenis pupuk NPK. Anda bisa melakukan takaran dengan perbandingan NPK 15:15:15. Penggunaan pupuk ini ditakar total yaitu mencapai 400 kg/ha. Penggunaannya dibagi dalam dua tahap, tahap pertama memberikan 150 kg/ha pada saat jagung hibrida berumur 7-10 hst.

Takaran Pupuk Majemuk yang Digunakan

Pupuk jagung hibrida NPK digunakan lagi pada tahap kedua saat berumur dua puluh delapan sampai tiga puluh hari setelah tanam sebanyak 250 kg/ha. Lalu perlu penggunaan pupuk SP 36 dengan takaran kurang lebih 80 kg/ha. Hal ini dapat membantu pemeliharaan tanaman jagung hibrida agar tetap aman.

Kemudian yang terakhir dalam penggunaan pupuk majemuk, diperlukan pupuk urea saat penanaman jagung hibrida. Pupuk ini sudah ditakar dengan memakai 270 kg/ha. Penggunaannya juga dibagi dalam dua tahap, pertama 120 kg/ha pada saat jagung berumur 7-10 hst. Tahap kedua Anda memerlukan 150 kg/ha saat umurnya 28-30 hst.

Pemakaian pupuk jagung juga dilakukan dengan menggunakan cara tertentu.  Pemberian pupuk pada umumnya dilakukan dengan cara membuat lubang kisaran 10 cm di samping tanaman jagung, lalu masukkan pupuk itu dan campur hingga rata dengan tanah. Lalu Anda dapat menutup kembali dengan gundukan tanah.

Setelah mengetahui nama-nama pupuk diatas, cara penggunaannya, dosis yang digunakan dalam mencampur sebuah pupuk tunggal maupun majemuk diharapkan mampu membantu Anda dalam budidaya tanaman jagung. Ketika Anda memberikan sebuah pupuk jagung hibrida dengan cermat, bisa dipastikan dapat menghasilkan kualitas panen jagung hibrida secara optimal.

Keyword: Pupuk Jagung Hibrida

Diskripsi: Sebuah penjelasan tentang jenis pupuk jagung hibrida serta cara penggunaan menurut takaran, ditujukan untuk pembaca agar bisa melakukan pemupukan sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *