Rekomendasi Pupuk Jagung Terbaik Agar Hasil Produksi Bisa Tinggi

Pupuk Jagung Terbaik Agar Hasil Produksi Bisa Tinggi

Posted on

Jika Anda ingin melakukan penanaman jagung, maka pastikan mengetahui rekomendasi pupuk jagung dengan tepat. Tanaman jagung baik yang ditanam pada lahan kering maupun di area persawahan, tentu saja akan subur dan bisa memproduksi hasil jagung lebih melimpah jika dilakukan pemupukan dengan benar serta tepat.

Pahami dengan benar cara pemupukan tanaman jagung supaya bisa mendapatkan hasil memuaskan. Tanaman jagung yang nutrisinya sudah tercukupi tentu bisa Anda lihat dari awal masa tumbuh. Pohon tanaman jagung terlihat bulat dan juga daunnya hijau sehat. Jika tanaman jagung tumbuh subur, tentu saja akan menghasilkan tongkol jagung besar.

Bukan hanya menanam dan menyiram tanaman jagung saja, Anda harus memberikan nutrisi jagung dan memperhatikan jenis pupuk jagung yang sesuai. Pastikan Anda juga memperhatikan kapan waktu pemupukan yang tepat dan teknik serta pengaplikasiannya dengan tepat. Dengan demikian maka tanaman jagung bisa tumbuh sehat dan memuaskan.

Menurut Budidayaalam.com, melakukan pemupukan juga tidak begitu saja dilakukan. Anda harus tahu cara melakukan pemupukan dengan benar dan rekomendasi untuk jenis pupuknya. Sebab setiap jenis tanaman jagung jenis pupuk yang diperlukan tidak sama. Oleh karena itu, sangat penting untuk Anda mengetahui jenis benih jagung beserta pemupukannya yang tepat.

Sekilas Mengenai Jenis Benih Jagung

Sebelum Anda mulai melakukan pemupukan pada tanaman jagung yang ditanam di lahan, pastikan mengetahui jenis benihnya. Benih jagung sendiri ada dua jenisnya, yakni non hibrida dan hibrida. Pastikan Anda mengetahui beda dari dua varietas tanaman jagung tersebut. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar proses pemupukan bisa dilakukan dengan benar.

Sebab kedua jenis tanaman jagung tersebut memerlukan rekomendasi pupuk jagung yang berbeda satu dengan lainnya. Jagung hibrida dan non hibrida sebenarnya merupakan jenis jagung yang unggul. Meskipun kedua jenis jagung tersebut sama-sama unggul, namun tetap saja untuk membudidayakan tergantung oleh petani memilih jenis jagung yang mana.

Hal ini juga dikarenakan petani harus mempertimbangkan beberapa hal penting saat merawat tanaman jagung. Misalnya saja mempertimbangkan masalah biaya, jenis benih, waktu, kebutuhan untuk pupuk, produksi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu sangat penting untuk Anda memperhatikan dengan baik jenis benih jagung yang akan digunakan.

Jagung hibrida sendiri merupakan jenis jagung yang asalnya dari turunan pertama atau F1. Jagung yang dihasilkan dari persilangan ini ialah jenis jagung yang mempunyai tingkat produksi dan produktivitasnya cukup tinggi. Varietas jagung hibrida ini sendiri antara lain semar, pioneer, bisi, dan beberapa lainnya.

Untuk jenis varietas non hibrida, bijinya bisa Anda manfaatkan sebagai benih lagi. Jadi lebih menghemat pengeluaran. Anda bisa mengambil benih dari tanaman sebelumnya. Tetapi sayangnya tingkat produktivitas varietas ini rendah. Setelah Anda tahu jenisnya, maka Anda bisa menentukan pupuk jagung yang digunakan.

Baca Juga : Teknik Budidaya Jagung Pipil Untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Panen

Pemupukan Tanaman Jagung Dengan Benar

Saat melakukan pemupukan pada tanaman jagung, hal yang sangat penting untuk Anda perhatikan ialah pada saat pemilihan jenis pupuk, waktu pemupukan, dan juga takaran pupuk. Bukan hanya itu saja, untuk cara memberikan pupuk pada bagian jagung tidak boleh diabaikan begitu saja.

Untuk pemberian pupuk jagung hibrida dan nonhibrida umumnya memang sama saja. Namun yang membedakan hanya pada takaran atau dosis pupuk. Anda harus mengerti berapa dosis yang digunakan untuk pemupukan tanaman jagung pada dua varietas tersebut. Jenis pupuk yang digunakan juga ada organic dan kimia.

Untuk jenis pupuk organic bisa memanfaatkan pupuk kandang dari hewan misalnya sapi, kerbau, dan kuda atau kompos dari tanaman. Jika Anda memupuk lahan menggunakan pupuk organic, maka ada banyak keuntungannya. Salah satunya ialah memperbaiki sifat biologi, kimia, dan fisika tanah.

Selain pupuk organic, Anda bisa menggunakan pupuk kimia. Tanaman jagung juga memerlukan pupuk anorganik dengan kandungan nitrogen, fosfor, dan juga kalium pada tanah. Saat melakukan pemupukan, pastikan Anda mengetahui rekomendasi pupuk jagung dengan benar agar tidak salah saat melakukan pemupukan.

Fungsi nitrogen, fosfor, dan kalium untuk tanah sangat penting. Misalnya saja nitrogen dari urea fungsinya untuk membuat vegetative tanaman tumbuh dengan baik, misalnya saja pada bagian daun dan tinggi pohon. Fosfor dan kalium juga penting untuk membuat tanaman tahan terhadap hama penyakit.

Waktu Pemupukan Dan Dosis

Melakukan pemupukan pada tanaman jagung, pastikan Anda menggunakan dosis yang pas. Jangan berlebihan atau bahkan kekurangan. Sebab jika hal tersebut terjadi bisa menghambat tumbuh kembang tanaman jagung dan menyebabkan produktivitas menjadi rendah. Apalagi jika Anda memberikan pupuk jagung yang tidak sesuai dengan usia tumbuhnya.

Jika hal tersebut terjadi, maka Anda tidak akan mendapatkan hasil produksi yang tinggi. Oleh karena itu setiap kali mengaplikasikan pupuk untuk jagung, pastikan dosisnya sesuai dan tepat. Sesuaikan dengan perkembangan tanaman jagung, mulai dari usia tanam hingga usia setelah tanam.

Sebelum menanam jagung atau lebih tepatnya saat Anda menyiapkan lahan, maka lahan harus diberikan pupuk dasar dulu seperti pupuk kandang. Sementara dosis untuk pupuk kandangnya juga disesuaikan dengan kesuburan lahan. Dosis yang digunakan sama saja pada dua varietas tanaman jagung.

Secara umum rekomendasi pupuk jagung untuk lahan bisa sekitar 10 ton tiap hektar tanah. Jika kesuburannya rendah bisa menggunakan 20 ton. Untuk dosis pupuk tanaman jagung saat tanam atau saat usia jagung 0 haru, berikan pupuk urea, kcl, dan sp-36. Jenis pupuk tersebut juga merupakan pupuk dasar dari jagung.

Saat usia jagung 4 minggu, maka dilanjutkan pemupukannya dengan pupuk susulan pertama. Anda bisa memberikan urea untuk varietas hibrida dan non hibrida tentu saja berbeda dosisnya. Setelah itu, juga diberikan pupuk susulan kedua saat usia jagung 6 minggu dengan urea dan takarannya lebih banyak untuk masing-masing varietas berbeda.

Cara Memupuk Tanaman Jagung

Pemupukan tanaman jagung bisa dilakukan dengan ditugal. Selain itu ada juga yang menggunakan larikan pada bagian samping tanaman jagung. Namun pemupukan jagung yang dilakukan dengan menggunakan cara tugal memang lebih tepat pada sasaran. Sebab akan terpusat di akar dari tanaman jagung.

Terutama jika pupuk jagung diberikan di bagian samping kanan dan kiri pohon jagung menggunakan cara tugal, pasti akan lebih baik hasilnya. Untuk langkah pemupukan menggunakan cara tugal bisa dengan membuat tugal dekat lubang tanam benih. Kemudian memasukkan pupuk urea, KCL, dan SP-36 dengan sesuai takaran

Setelah memberikan pupuk tanah ditutup lagi dan disiram perlahan hingga tanah lembab. Untuk pemupukan susulan pertama dan kedua Anda juga bisa memberikan tugal pada pangkal pohon jagung dan berikan pupuk urea sekitar 2 gr tiap pohon jagung. Tutup kembali lubangnya dan disiram menggunakan air hingga lembab.

Cara pemupukan masing-masing varietas tanaman jagung memang berbeda-beda. Oleh karena itu, pastikan Anda bisa mengetahui mengenai jenis varietas masing-masing tanaman jagung agar bisa memberikannya sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin mendapatkan produktivitas jagung yang tinggi, maka sebaiknya gunakan rekomendasi pupuk jagung dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *