ternak kambing

Cara Ternak Kambing untuk Pemula Lengkap dan Mudah

Posted on

Daging kambing banyak dibutuhkan oleh restoran, pedagang kaki lima dan rumah-rumah warga. Untuk dijadikan berbagai olahan berbahan dasar kambing seperti sate, gulai dan tongseng yang tentunya digemari oleh hampir semua orang dari anak kecil, anak muda hingga lansia.

Dengan permintaan yang begitu tinggi tentunya berternak kambing adalah usaha yang sangat menjanjikan.

Namun peternak kambing di Indonesia tergolong masih sedikit, dan belum mampu mencukupi kebutuhan daging kambing nasional sehingga harus impor.

Berternak kambing memerlukan lahan yang luas, jadi lebih cocok dilakukan dipedesaan daripada di perkotaan, namun banyak pemuda di desa yang lebih memilih pergi ke kota untuk mencari pekerjaan lain.

Padahal budidaya kambing di desa tidak bisa menghasilkan uang banyak karena hanya dilakukan sebagai sampingan atau pasif bukan secara intensif dan masif.

Dengan rencana usaha yang matang bukan tidak mungkin usaha kambing bisa menghasilkan untung hingga miliaran rupiah.

Sebelum memulai usaha ternak kambing, tentunya kita harus mengetahui berbagai jenis kambing. Berikut selengkapnya.

Jenis Kambing

Sebelum beternak kambing tentunya kita harus mengenal kambing dan jenis-jenisnya, agar bisa memilih kambing yang tepat untuk diternak.

Di Indonesia ada berbagai jenis kambing yang sering diternakan, diantaranya kambing etawa, kambing kacang dan kambing jawarandu.

Kambing etawa adalah kambing yang memiliki dwifungsi yaitu bisa dijadikan kambing perah untuk menghasilkan susu dan juga kambing pedaging untuk dijual dagingnya dan kambing jawarandu juga demikian, sementara kambing kacang atau sering disebut juga kambing jawa lebih cocok dijadikan sebagai kambing pedaging.

Sesuaikan jenis kambing dengan kebutuhan dan tujuan berternak, jika untuk menghasilkan susu bisa memilih kambing etawa, jika untuk menghasilkan daging bisa pilih salah satu dari keduanya. Selain itu masih banyak juga jenis kambing lain yang bisa dipertimbangakan seperti kambing jawarandu, kambing boer, kambing marica, kambing muara, kambing boerawa dll.

Berikut akan kita bahas cara ternak kambing untuk pemula, tahap demi tahap.

  1. Pemilihan Bibit

Tahap pertama dalam berternak kambing adalah pemilihan bibit kambing.

Bibit kambing bisa dibeli di pasar hewan terdekat, atau di peternak kambing lainnya.

Seperti apa bibit kambing yang kita pilih akan menentukan sukses tidaknya peternakan kita kedepannya, jadi pastikan anda memilih kambing yang sehat dari bibit yang unggul, agar tidak tiba-tiba terserang penyakit dikemudian hari yang akan membuat anda merugi.

Ciri-ciri kambing sehat:

  1. Bulunya bersih, tidak rontok dan mengkilap
  2. Matanya bening
  3. Bergerak lincah
  4. Terlihat aktif
  5. Punggungnya lurus
  6. Tidak memiliki cacat fisik

Selain beberapa kriteria di atas, agar kambing menghasilkan anak yang sehat dan bagus tentu indukannya juga harus berkualitas.

  1. Kandang Kambing

Untuk kandang kambing sebaiknya berjarak sedikit jauh dari rumah agar baunya tidak mengganggu. Jika memiliki lahan lumayan luas bisa membuat kandang satu kambing satu sekitar 1x1m, sehingga kambing tidak tercampur dalam mengurangi resiko berkelahi.

Kandang kambing juga sebaiknya menghadap ke timur agar mendapat sinar matahari cukup, dan memiliki ventilasi udara yang memadahi agar tidak terlalu pengap. Sebaiknya berbentuk panggung supaya mudah memberi makan.

  1. Pemberian Makan

Kambing adalah hewan herbivora yang tentunya memakan daun-daunan seperti daun lamtoro dan daun nangka. Selain itu kambing juga bisa diberi makan konsentrat. Namun makanan yang terbaik adalah daun-daunan.

Kambing sebaiknya diberi makan 2 kali sehari dan diberi minum 1 kali sehari. Minuman kambing bisa dicampur garam beryodium secukupnya.

  1. Pembiakkan

Setelah kambing yang anda pelihara sudah cukup usianya, anda bisa melakukan pembiakkan. Usia siap kawin kambing jantan yaitu lebih dari satu tahun sedangkan betina 8-12 bulan.

Tanda-tanda kambing siap kawin yaitu menggerak-gerakan ekornya, terlihat gelisah dan alat vital terlihat bengkak.

Satukan kambing betina dan kambing jantan dalam satu kandang, waktu kawin sekitar 12-18 jam. Siklus birahi berselang 17-24 hari, artinya jika anda mengawinkan kambing betina dan kambing jantan namun tidak membuahkan hasil maka anda harus menunggu lagi sekitar 17-24 hari.

  1. Pemasaran

Budidaya kambing bukan hanya daging atau susunya saja yang bisa dijual tapi kotorannya juga bisa dijadikan pupuk organik untuk dijual kepada petani. Untuk susu dan kotoran kambing bisa dipasarkan kapan saja.

Untuk pemasaran daging kambing yang paling baik adalah pada saat Idul Adha, karena permintaannya jauh lebih tinggi daripada hari-hari biasa.

Setelah anak kambing mencapai usia satu tahun, bisa dijual di hari kurban. Atau bisa juga menjual induknya dan memelihara anaknya.

Kesimpulan

Banyak yang harus diperhatikan dalam berternak kambing, untuk itu buatlah rencana yang matang sebelum berternak kambing mulai dari tahap pembuatan kandang, pemilihan bibit hingga pemasaran. Karena kesusksesan setiap tahap akan menentukan tahap-tahap selanjutnya agar mendapatkan untung yang melimpah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *